Aku ingin seperti mu Gie

Posted: Rabu, 27 April 2011 by Fathurohman Alfiandi in Label:
0

sebuah inspirasi dari GIE

Ini kala , sebuah cerita , tentang kehidupan seseorang , cinta , teman , sahabat , keseharian , alam dan semua kejadian yang menyenangkan , menyedihkan , tawa tawa riang , luka luka muram dan sebuah kebersaman

kadang alam enggan menyapa , mungkin karena manusia nya yang durhaka , kadang kita bertanya buat apa ada bencana , mungkin sebab kedurhakaan manusia , cinta selalu terkait tentang kebahagian , kesedihan dan kegalauan jiwa , seriang aku bertanya "dimana kah ada cinta , aku belum pernah menemui nya , yang selama ini kutemui bukanlah cinta tapi hanya nafsu belaka " hmm ,  telah kupelajari makna cinta selama kurang lebih 18 tahun , selama nafas terjaga di dunia , cinta hanya sebagian dari hiasan dunia saja , kadang sahabat pun terasa lebih hangat dari cinta , makna nya mungkin lebih berarti . . . namun sahabat pun tak kupunya , dia hilang entah kemana? mungkin telah tertelan luka yang sangat dalam , dan sekarang hanya timbul kebencian .

ini bukan masalah hati saja , Indonesia juga sebuah masalah , masalah politiknya yang amburadul , benar kata satu tokoh dalam sebuah film " GIE" : politik itu tai kucing , awal kita berkata di bawah sangatlah bertolak belakang saat kita telah mendapatkan apa itu jabatan , tentu saja , politik adalah suatu permasalahan yang sangat rumit di dunia , ntah dari mana mahklu ini muncul dan mengacaukan kebijakan yang ada , politik sesengguhnya dia bersih , tak seperti sekarang ini yang hitam legam penuh dosa dan pembodohan para pemegang kuasa . bukanlah politiknya atau sistemnya yang salah , namun orang - orang yang menjalankan sistem dalam politiknya yang kurang mengetahui betul tentang keimanan dan kebijakan , hanya bermodal omong besar dan tampang saja . saya sangat kagum pada kata - kata seorang tokoh "soe hok gie" kisahnya sungguh tragis dan menyedihkan , kekritisan lah yang membangun kehidupannya , berawal dari sebuah kemampuan otak yang pintar dan kesadaaran atas pembodohan politik pemerintah , dia begitu tegas , lantang membicarakan kenyataan , membombardir keadaan dengan kata kata tajam , mmatanya tajam , menatap dan menghancurkan . hidup di zaman pembodohan akhlak , satu kata dia yang paling bermakan " lebih bik terasingkan dari pada mengalah kepada kemunafikan " sungguh kasihan seorang tokoh yang jumawan , di tengah pembodohan filsafat filsafat jabatan .
mungkin hanya alam , yang mampu mengerti kehidupan yang mengerti kebanaran tentang kerusakan moral para manusia , sungguh saya sangat terharuh pada sebuah kisa seorang Gie , seorang pendemonstran yang gigih memperjuangkan keadilan , " MAPALA " ini dia sebuah organisasi mahasiswa pecinta alam , tempat lahirnya persahabatan , cinta dan sebuah rasa hormat kepada alam , gunung adalah temtat dia terbang menghirup udara udara segar , merasakan tantangan kehidupan , gunung sahabat baginya tapi gunung jugalah seseorang yang menghentikan nafasnya , ntah bagaimana kektika kita menanjak dan mendaki gunung , sungguh sangat mempo darah , berdegup kencang andrenalin , semeru dengan puncaknya maha meru sebuah gunung tertinggi di pulau jawa dan kemistisan yang ada , sebuah misteri terbunuhnya seorang kritikus dan pendemonstran " SOE HOK GIE" sebuah nama yang mengagumkan , membuat semangat mengobar

Gie seorang pemikir kritis , dengan jiwa semangat yang realistis , seorang yang lugu akan cinta dengan kata kata yang tajam , mengikiskan kenyataan bagi para orang munafik , aku ingin seperti dia , berdiri di tengah tidak memandang sebelah mata , dengan tegas menolak apa yang tidak perlu kita ambil , dengan bijak berkata apa yang mesti kita ucapkan , aku ingin seperti dia , tak pantang menyerah membeberkan kata adil adil dan adil , bukan hanya sekedar kata mulut saja , dia bertindak , maha meru memanggilnya , karena rasa sayang sang meru atas ketimpangannya di masa itu dimana orang orang buta akan ke nyataan , buta akan keadilan , maha meru memanggilnya agar dia terselamatkan dari orang orang hina masa itu , aku ingin seperti soe hok gie dengan latar belakang yang mengagumkan .


aku ingin seperti Gie
aku ingin seperti dirimu
berkata keras penuh makna
melawan arus ketimpangan
menerjang dengan kata yang tajam
berteriak berseru meminta keadilan

aku ingin sepertimu
tak seperti yang lainnya
hanya terbawa arus kebiasaan
bukan kebaoikan yang mesti dibiasakan
aku ingin sepertimu
briliant dan penuh dengan obsesi
yakin akan hidup tegak dan tak berberai

aku ingin seperti dia , lantang keras dan berwibawa
tak satu pun orang berani menghina

aku ingin seperti dia
kata dan tindaknya sebanding
satu arah dan tidak bermunafik
aku ingin seperti dia

tak enggan akan mereka yang berkuasa
kecil namun mematikan
mengendus endus kebikakan
aku ingin seperti mu hai Soe
seperti pemikiran mu ,

mungkin kita sama
terlahir dalam ketimpangan hidup
dalam kerasnya perlawanan keadailan
mungkin kita sama
lugu dalam cinta

aku ingin sepertimu
sang pecinta kebijakan
alam dan sekitar kau jadikan teman

aku ini sepertimu
mungkin kita berbeda dalam latar belakang
tapi aku ingin seperti mu
berdiri ditenganh terjangan kenyataan
melawan maju , maju dan enggan untuk mundur

aku ingin bersamu bersama alam ,
bercerita tentang sejarah dunia , sejarah indonesia
, sejarah nenek moyang dan semua kebenran yang ada , aku ingin sepertimu , yang ramah terhadap semua , yang ramah terhadap dia ,
aku ingin sepertimu ,
terus maju hingga akhir hayatnya


cinta memang aneh , kadang dia tak bersahabat , abstrak dan tak berbentuk , cinta kadang hina namun itu bukanlah cinta yang sesungguhnya , cinta datang meanwarkan rasa , dan dia pergi entah karena status saja , aku ingin sepetimu berdiri tegak di tengah rapuhnya pondasi negeri ini ,
walau cinta tak kunjung tiba , dia enggan mengok dan kadang cuek atas rasa yang ada , sepertimu gie , kau terpinggirkan , hanya karena sebuah komentar dan kritik yang nyata atas kebenaran yang terjadi

seseorang membanggakanmu diluar sana , kamu benar " takdir yang terbaik adalah tidak dilahirkan , yang kedua adalah mati muda yang yang tersial adalah mati tua" mungkin karena kotornya negri ini , hingga kau berkata seperti itu .

aku ingin sepertimu , aku ingin mengikti jejak mu sekolah di sebuah universitas yang bersejarah , yang melahirkan seseorang seperti dirimu , yah benar , UNIVERSITAS INDONESIA - - - > sebuah sejarah telah lahir disini , aku haus akan sejarah , aku haus akn cerita cerita heroik pahlawan yang ada , aku ingin berada disana setidaknya mampu merasakan keadaan yang sama seperti dulu , saat kau masih disana :)



0 komentar: