aku ingin mati

Posted: Sabtu, 18 Mei 2013 by Fathurohman Alfiandi in
1

aku ingin mati saja
melupakan segenap rasa yang masih tertinggal disini
begitu dalam aku meletakammya
di tempat terbaik yg tak seorang pun sebelumnya pernah kesini
kau bagian terbaik yang pernah aku miliki
bagian yang paling aku sayang dalam sisa hidup ini
ntah bagaimana jadinya kalau kamu harus pergi

aku ingin mati saja , bersama ombak sedih kan kubawa
aku ingin terkubur sekarang ini
mengubur luka yang kian semakin menykiti
melepuhkan setiap syaraf syaraf perasaan

aku ingin lupa
ingin lupa bagaimana rasanya mencintaimu
ingin mati rasa
segala rasa yg pernah kita buat bersama

aku hanya orang hina
yang tercipta hanya mengotori dunia
mungkin akan indah bila aku tiada
mati tinggal nama
matilah saja aku dan tak usah lagi mereka ingat lagi

air mata bercucuran
namun perasaan ku tak mampu berhenti sampai disini
ini sudah batasnya
mataka mengering kering tak tersisa
namun pedih ku masih tersisa
ketika airmata tak dapat bercerita lagi tentang ungkapan rasa jiwa
mending kini aku terkubur dan tergolek oleh tanah

biarkan cacing2 menggerogoti tubuh ini
memakan habis hatiku , agar hilang semua rasa
aku lelah seperti ini
aku lelah mencintai mu
aku lelah

susah sudah membuang rasa yg telah terpatri
tak mampu lagi aku lepas
melepasnya sama halnya membuat ku mati
rusaklah hati rusaklah jiwa
kini aku dan mereka (para orang gila) tak jauh bedanya
aku gila
aku gila
tak punya rasa tak punya hati
kau telah pergi
dan aku ingin mati , mati saat ini juga
agar sakitnya tak terlalu perih
aku ingin mati
biar orang pergi tak lagi harus mengingat namaku
aku ingin mati
tertidur tanpa rasa , selama lamanya

*Lepaskanlah by Darwis Tere liye

Posted: by Fathurohman Alfiandi in
0


*Lepaskanlah

Lepaskanlah, maka semoga yang lebih baik akan datang.
Lepaskanlah, maka semoga suasana hati akan lebih ringan.
Lepaskanlah, maka semoga kita menyadari tidak ada sesuatu yang sesungguhnya kita miliki.

Kemampuan melepaskan, melupakan, membiarkan atau apapun orang menyebutnya adalah salah-satu akar penting dari pohon kehidupan.

Jangan dipaksakan, jangan digigit terus, lepaskanlah. Maka biarkan pohon kehidupan kita tumbuh besar, kokoh, rimbun dan berbuah.

Apapun itu, baik kejadian menyakitkan, tindakan aniaya orang lain, pengkhianatan, atau hal-hal kecil seperti ketinggalan bus, kehilangan buku, kaki bengkak terantuk ujung meja, lepaskanlah.

Apapun itu, baik kehilangan seseorang yang penting, padamnya perasaan, kekecewaan menunggu, gagal ujian, atau hal-hal kecil seperti kehabisan menu favorit, disenggol motor, komen tidak direply, lepaskanlah.

Jangan keukeuh dipegang buah busuknya. Jangan ngotot disimpan bisul kejadian tersebut di hati, lepaskanlah, maka kita akan melihat kesempatan baru, penjelasan baru, atau sekadar kesegaran suasana baru.

Lepaskanlah, maka semoga yang lebih baik akan datang.
Lepaskanlah, maka semoga suasana hati akan lebih ringan.
Lepaskanlah, maka semoga kita menyadari tidak ada sesuatu yang sesungguhnya kita miliki.

dengarkan lirih hatiku

Posted: by Fathurohman Alfiandi in
0

ada kecewa yang berterbangan
ada ragu yang menempel
lama semakin lama semakin menumpuk
membuat mati rasa

biar saja luka tetap terbuka
hilang percaya hilang juga cinta
tak ada mesra
bisu , tanpa suara

mungkin akan ku tuangkan saja
maksud hati biar dingin
biar ku lepas saja
biar bebas , terbang kemana engkau mau

jika tak lagi ingin aku
biarlah kau pergi bersama gerombolanmu
biar kau tersenyum disana
bahagia bersamanya

meragu bukanlah salah hatiku
kecewa ikut serta menghiasi
jelas sekali hati rasanya terluka
disayat berdarah darah
ingin rasanya lupa akan semua ini
seandainya aku bisa , akan ku tumpahkan saja
dilautan yang bebas ?
biar tenggelam terbawa arus
atau melemaparnya ke puncak gunung ? biar membeku oleh salju

untuk kesekian kalinya
aku ingin lupa akan kamu
seperti biasa apa adaya lagi
aku ingin ceria
rasanya disini telah mati
mati akan rasa , mati akan cinta
mungkin karena pilu yang amat pedih , aku rasa

kau tak lagi selembut dahulu
membiarkan ku merasa dingin
meracau bisingan hati menggaduhkan tangis
sakitnya menyesak , merasuk ke lubuk

tak perlu lagi kau tusuk aku dengan sembilu
tak pernah kau tau , ini rasanya seperti sejuta sembilu
menyelip ditengah hati yg berdetak
biar saja aku mati rasa kali ini
biar aku hangus terbakar benci