Tampilkan postingan dengan label coretan galau dari hati. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label coretan galau dari hati. Tampilkan semua postingan

Ada sesuatu yang aneh di malam ini

Posted: Jumat, 23 September 2011 by Fathurohman Alfiandi in Label:
0

Ada sesuatu yang mengganjal malam ini
ada sesuatu yang aneh di diriku
kenapa ini ?
ntah terasa absurd sekali

ada sesuatu di malam ini yang tak mampu aku mengerti
terasa detik waktu  tak berjalan lagi
dan hingar bingarnya tersembunyi di dalamnya

ada sesuatu yang aneh sekarang ini
di setiap bilahan pemikiranku
di setiap pandangan ku
ntah pudar karena siapa ?

ada sesuatu yang mengganjalku malam ini
mungkin karena dirinya yang tak mampu aku dapati
sungguh sangat menyiksaku malam ini
terlihat aku pun tak mampu untuk melupakan dia
meski hanya beberapa detik waktu berlalu

terasa ada dimensi kesenjangan yang kosong
hanya ada aku dan kesepian yang membalut jiwa ini

aku ingin dirimu

Posted: Senin, 19 September 2011 by Fathurohman Alfiandi in Label:
0

di tengah telaga hampa
ada seelok wanita
kian kemilau pijarnya
kian redup aku di hadapnya

dia kian menjauh
pandangan ku pun kian memudar
tak mampu lagi ku rengkuh indahnya

dia makin jauh , jauh dari jangkau ku
makin gelap jalan setapak di hadapan
makin suram . . .
gelap tanpa dirimu

kamu seperti berlian di tengah batu hitam
seperti lentera di tengah gelap hutan
atau seperti seteguk air di tengah padang pasir
secarik nafasmu hembuskan damai di hatiku

ntah aku mulai kehilangan dirimu
ntah hujan tak turun lagi di hati yang gersang ini
pelangi tak terliat di bumi
cinta tak terjerat di hati

aku ingin dirimu seutuhnya
bercerita tentang hidup kita bersama
menjaga cinta dengah kasih sayang
aku mau dirimu di sisiku

menggenggam jemariku
mengisi kekosongan hidupku
sungguh kian jauh aku menghayalmu
kian dalam aku mencintamu

aku ingin dirimu
bersamamu itulah semangat untuk hidup ku

tentang hari ini yang begitu sunyi

Posted: by Fathurohman Alfiandi in Label:
0

tentang hari ini
tentang sunyi yang membalut hiidupku
tentang keramaian yang menguap dari hanyal
tentang ke hampaan yang ada saat ini

begitu lemah kah hidupku sekarang
setelah lama tak ada pijakan cinta darimu
begitu lelah aku mencari
serangkaian perasaan yang di nanti

tantang sore ini di kota soedirman
terlihat senja yang menguning di ujung bumi
terlikuk kesunyian membalutku
ntah hilang kemana kicauan keramaian yang dulu

masih sejenak aku berpikir
kenapa semua kian menyempit
kenapa gelap kian menyebar
kenapa dingin kian terasa menggigil

aku rindu sore itu
di iringi tetesan hujan bersamamu
bergandeng tangan , berjalan bersama
aku rindu saat itu
tentang kisah aku dan dirimu

barangkali saja hatimu akan menyambutku

Posted: Minggu, 18 September 2011 by Fathurohman Alfiandi in Label:
0

bila waktu tak memberi kesempatan
bila pertemuan hanya sebuah kesempatan yang berlalu
biar saja riak nya sedih tertuah bila tanpamu
biar saja tetesnya luka membiaskan tangis di wajah ku

barang kali , masih ada harapan yang belum ku gali
seakan sewaktu waktu akan tumbuh rasa riuh hati
membuka harapan walau hanya harap tak pasti
aku akan menunggu hingga akhir penantian ku

bila ujungnya harus berkata tajam
menyakitkan memedihkan hati
kan kusambut dengan lapang
kan kusimpan dengan baik
kan selalu ku kenang
rasa cinta untukmu ini

bila hijau pagi masih menyambutku esok nanti
barang kali saja
akan ada sesuatu yang baru menyambutku
di ujung pagi , di tengah siang atau kala awan menguning

aku masih belum mengerti
tentang apa yang kau mau dari ku
barang kali waktu mampu menjelaskan persaanmu
barang kali senja akan mengilaukan hatimu

barang kali saja ada sesuatu di diriku yang mampu kau tahu
brang kali ada butircinta di hatimu untuku
barang kali . . . . ada kesempatan meski hanya kekosongan harapan
namun keikhlasan hati akan menunggu di senja hari
barang kali kesabaran ku akan menyentuh mu
membuka rasa , hingga mampu menjelaskan sebingkai cinta untuku
akan ada pelabuhan penantian di hatiku yang ku buat khusus untukmu

Tentang sesuatu part2

Posted: Jumat, 16 September 2011 by Fathurohman Alfiandi in Label:
0

bukan karena malam yang memudarkan cahaya
bukan karena cahaya yang sirna di sudut bumi

ini tentang sesuatu
sesuatu yang mengganjal di hati
pedih dan terasa lirih untukku

ini tentang sesuatu
di kala cinta merindukan dia
di kala hati yang dinanti tiada

ini tentang sesuatu
sesuatu yang pernah ada di hatiku
sesuatu yang terjahit di dalam sanubari
dan akan terus menerus melekat di sini

ini tentang dirimu
tentang cintamu yang ku mau
menyakitiku lewat harap tanpa mau
di antara sebuah kata "mungkin atau tidak "

ini tentang cintaku
yang tergantung diruang hampa
di kabut kalut hati
tanpa ada pasang cinta lainnya

ini tentang sesuatu
yang sesuatu yang ada di dirimu
sesuatu yang kusebut cinta
sesuatu antara , aku dirimu dan kata cinta
yang mengambang terombang ambing oleh waktu
ini tentang sesuatu . . ..
tentang sesuatu . . .
semua tentang penantian, pengorbanan, kasih, dan sayang

inikah galau sangat rumit dan tak terkendali

Posted: by Fathurohman Alfiandi in Label:
0

galau malam ini
terasa di hati yang semrawut
diantara detik cinta yang tak berujung
diantara luka yang terbuka
haruskah sirna dalam harap kosong belaka?

galau di di malam ini
di saat langit senja
di iringi rembulan yang mendayu dayu kuningnya

galau di malam ini
teriakan sakit menjerit terpental entah tak berarah
terkenang kisah lama yang membosankan

enggan aku mengingat , namu ntah mengapa selalu terselipkan di hati
seperti bingkaian kain atau benang yang terbelit melilit
ini sangat rumit
lebih susah dari bagaimana penjelasan elektron yang membuat listrik

galau di malam ini
terkenang kisah dahulu
kisah cinta yang telah lalu
namun . . .
aku hanya tersipu
terintih
seakan ingin menjerit

mendebarkan tangis tangis penghuni jiwa
inikah galau yang tak terkendali
dan entah ini kah galau yang tak berujung

dari ujung pangkal yang terdalam
sebuah perasaan yang pahit tertelan di getirnya hati

Barangkali Cinta ( "Madre" [2007] )

Posted: by Fathurohman Alfiandi in Label:
0

Barangkali cinta
Jika darahku mendesirkan gelombang yang tertangkap oleh darahmu
dan engkau beriak karenanya
Darahku dan darahmu
terkunci dalam nadi yang berbeda
Namun berpadu dalam badai yang sama
Baragkali cinta
Jika napasmu merambatkan api yang menjalar ke paru-paruku
dan aku terbakar karenanya
Napasmu dan napasku
bangkit dari rongga dada yang berbeda
Namun lebur dalam bara yang satu
Barangkali cinta
Jika ujung jemariku mengantar pesan yang menyebar ke seluruh sel kulitmu
dan engkau memahami seketika
Kulitmu dan kulitku
membalut dua tubuh yang berbeda
Namun berbagi bahasa yang serupa
Barangkali cinta
Jika tatap matamu membuka pintu menuju jiwa
dan aku dapati rumah yang kucari
Matamu dan mataku
tersimpan dalam kelopak yang terpisah
Namun bertemu di jalan setapak yang searah
Barangkali cinta
Karena darahku, napasku, kulitku, dan tatap mataku
Kehilangan semua makna dan gunanya
Jika tak ada engkau di seberang sana
Barangkali cinta
Karena darahmu, napasmu, kulitmu, dan tatap matamu
Kehilangan semua perjalanan dan tujuan
Jika tak ada aku di seberang sini
Pastilah cinta
Yang punya cukup daya, hasrat, kelihaian, kecerdasan, dan kebijaksanaan
Untuk menghadirkan engkau, aku, ruang, waktu
Dan menjembatani semuanya
Demi memahami dirinya sendiri

dalam melow duka minggu sore

Posted: by Fathurohman Alfiandi in Label:
0

sudah lama kita telah berjalan
mengarungi setiap bilik kerumunan perasaan
tak terbayang
tak bisa kupercaya

sudah berapa lama kita bersama ? setelah hari ini?
sudah sangat jauh lama aku mendamping mu
menggenggam jemari mungil nan lembut itu
sudah berapa lama kamu di peluk ku?
dan seakan kini ntah aku tak pernah memelukmu

aku rindu . . .
rindu saat bersamamu
melantunkan cinta
dalam drama dunia remaja
namun sayang , itu lamunan masalalu
begitu lama aku bersamamu
begitu cepat saja waktu melukai hatiku

ini tentang minggu sore waktu itu
di gerimis nya hujan
ntah kemana pergi sang pelangi
tak kulihat satupun yang hinnggap di bumi

semakin deras mengucur
lebat dan menyeruak kian dalam dihati ku
seakan ingin ku muntahkan
lewat mata namun aku . . . lelaki
aku lelaki dan aku pun tak bisa sepertimu

aku lelaki aku tak bisa kucurkan pedih luka
meski mata ini membuka
kering tanpa air
namun di baliknya

rasa pedih tersirat
dan seakan ingin ku teteskan saja
biar kau pun iba terhadap ku

ini tentang minggu sore di waktu itu
saat cinta tidak sama dengan aku + dirimu

Tentang sesuatu

Posted: by Fathurohman Alfiandi in Label:
0

Kuhelakan nafas
di tengah rindangnya suara jalanan kota tua
dalam debar sunyi hati
yang seakan mati oleh cinta

Tentang sesuatu
sesuatu yang pernah datang menyambut
pastilah akan hilang dalam balik sangwaktu

Tentang sesuatu
Sesuatu yang pernah indah
yang mungkin bisa jadi pudar nan mendera
dalam kenistaan manusia

Tentang sesuatu
sebuah perasaan yang pernah ada
namun kini telah sirana

Tentang sesuatu
tentang dirimu duhai kasih
yang kina tak tau kamu dimana berada
apa kah kau masih disini , di relung hati yang sunyi

Tentang sesuatu
sesuatu yang aneh , benar aneh
tak terbantahkan namun inilah sesuatu
it's about impossible
and how ican make it be possible

i'ts about something
about you
abput my sweet dream
and it's you

sesuatu yang indah itu dirimu
namun sesuatu yang menyakitkan juga dirimu
sesuatu yang ku cinta adalah kamu
namun bukan sesuatu yang mencintaiku

it's something
possible or impossible ?
how i can make that's believe to my soul

ini adalah sesuatu
tentang sesuatu
yang tak mampu diungkapkan oleh tulisan tangan

Sujud ku malam ini

Posted: Rabu, 14 September 2011 by Fathurohman Alfiandi in Label:
0

sujud ku malam ini untuk Mu ya Rabb
Tuhan seraya alam semesta
karunia yang di beri tka terhitung dengan jari
sungguh agung nikmat Mu

terimakasih untuk malam ini ya Rabb
Kau lantunkan lagu sejuk di hatiku
lewat nyanyian alam yang merdu
lewat suara adzan yang menggema menyapa nurani

Ya Allah ya Tuhan kami
seraya seluruh aku menghadap sujud untuk Mu
sang kekasih hati . .

Sujudku dimalam ini
sungguh harmoni , di tengah sepinya waktu
bebas tanpa beban , tertanam seluruh cintaku untuk Mu
ya Rabb ku , tiada daya dan upaya hanya padaMu ku berharap
hanya pada Mu aku memohon ridho karunia hidup ini

Seraya hamba Mu ini hanya mampu berikhtiar
sesudah itu hanya ikhlas yang terasakan
menunggu jawab dari Mu
ya Allah yang maha pemberi kehidupan

yang Megah luar biasa tak terbayangkan
aku hanya memohon untuk sujud ku di malam ini
beri aku kedamaian untuk hatiku ini
yang sedang terluka diamalam galaunya jiwa

kata untuk Bidadari

Posted: by Fathurohman Alfiandi in Label: ,
0

Keanggunanmu luar biasa
terpancar dari mimik wajah yang ceriah
daria riak tawa tawa
di ujung bibir manis nan merona

santun tutur katamu
menghias ke arifan
membalut kental kesolehan
cerminkan muslimimah yang di idamkan

Allah maha tahu . . .
tidak ada yang sia sia di dunia ini
menurunkan mu ke bumi pun suatu anugerah bagi ku
seraya senang saat ku dengar merdu bunyi suaramu

mungkin kamu seperti Fatimah
seorang wanita luarbiasa indahnya
seorang muslimah , dengan kemuliaan akhlaknya

namun aku hanya bisa bersyukur
bisa menemukan seseorang sepertimu disini
seorang yang sangat langka untuk bisa kujumpai
benar kamu . . . cuman kamu seorang

namun aku bukanlah lelaki yang seperti mereka
mulutku terkunci , dan tak mampu brucap kata gombal
aku hanya mencintai dari hati ku
bukan cinta yang keluar dari mulut ku

biar saja seraya waktu yang menjumpakan cintaku dengan hatimu
biar Alllah yang mempertemukaan ke indahan hatimu di diriku
biar saja dan biarkan alakadarnya
bilamana dirimu jodohku
aku pun aku bisa bersamamu

biar saja untuk kali ini
aku hanya mampu mencintai dari hati
biar kataku terkunci
dan akan ku buka saat kau berada di sisiku
nanti . . .

Lihat dengan jelas , dengan perlahan

Posted: Selasa, 13 September 2011 by Fathurohman Alfiandi in Label:
0

Lihatlah apa yang ada dibalik sang waktu
ada seelok wajah ranum nan mendayu
di balik senyum indah merona kala itu

Lihatlah apa yang ada di balik gelapnya bulan
ada terangnya yang indah
menemani sunyi hati di kala malam

Lihatlah apa yang ada di balik senyum manis mu
ada kasih yang mengasihi sepenuh hati
mengalir lembut di pelupuk jiwa

Lihat dengan jelas , dengan perlahan
ada secuil nikmat yang kita lupakan

Lihat dalam dalam
masih ada ke indahan yang bisa kita rasakan
masih ada kamu yang mampu membahagiakan
menerangi hati kecil di gelapnya hidup

Lihat apa yang ada di hati ku
masih ada cinta yang besar
yang kutanamkan dalam dalam untuk seseorang
dan akan tumbuh terus berkembang
berbunga mekar , berbuah matang
seperti cinta yang kurasakan
padamu .. .
sat ini . .

Galau membalut ku di malam ini

Posted: Minggu, 04 September 2011 by Fathurohman Alfiandi in Label:
0

waktu terus berputar
mengitari kesunyian hati yg semakin kelam oleh malam
tiada pula suara di sekitar
hanya sunyi terasa hampa, tanpa dia yang kunanti

kapan pagi datang menjelang
cahaya esok yang gemilang
kapan datang siang
yang membawa kehangatan

hitam penuh langit diatas
tanpa bintang satupun yg kupandang
gelap nian hidupku memilu
tanpa dia , seseorang yang ku mau

what is love ? isn't love it's mean cinta ?

Posted: by Fathurohman Alfiandi in Label:
0

sebelumnya , udah lama banget gw pengen bikin pos tentang tema cinta cintaan , bukan karena gw pemuja cinta dan sebagai nya , tp cuman sekedar untuk mencurahkan isi hati hehe ^^v



pernah seseorang bertanya
" kenapa sih ada cinta ? "
"kenapa seseorang bisa jatuh cinta ?"
"kenapa lo jatuh cinta sama gw , bukan yg lain ? "


Kita perlu melawan agar kita tidak tertindas

Posted: Sabtu, 03 September 2011 by Fathurohman Alfiandi in Label:
0

Kita butuh melawan , kita butuh memberontak , agar mata mereka terbuka dan melihat yg sebenarnya !! soekarno hatta , syahrir mereka semua berani melawan untuk mencapai Indonesia yg merdeka . . .
begitupun kita , kita perlu melawan untuk menghilangkan kekekangan yg ada , kita perlu kebebasan . . . tp bukan ke brutalan

video klip puisi puisi dari youtube

Posted: Senin, 25 April 2011 by Fathurohman Alfiandi in Label:
0





seribu kali aku kalah oleh mu

Posted: Minggu, 24 April 2011 by Fathurohman Alfiandi in Label:
0

telah seribu kali ku menyerbu
dalam dentuman kencang nafsu
telah seribu kali menerjang
ku libas semua orang yang menghalang

telah seribu kali aku tersungkur
bercecer darah dan luka di tubuh
tersayat sayat , dan tak terobati
telah mati rasa , rsa sakit itu

telah seribu kali , ku mengemis cintamu
telah seribu kali pula kau tolak diriku
derai beriak air mata terjatuh
merintih rintih seolah bernyanyi

telah seribu kali aku jatuh di cintamu
gendang jantung terus berdentum
mengguncang kencang , adrenalin jiwa
hingga terhenti dalam luka mu yang ke seribu

aku telah hancur
dalam peperangan berdarah
bercucuran darah luka dari mata
menjerit  jerit, tangisan jiwa

aku telah layu , ter injak dan binasa
di sini tegar tak berharga
seribu luka telah terhunus dalam jiwa
meleburkan tangisan hati

telah seribu kali aku kalah dalam perang itu
pastinya kau menag , dan seribu kali lukai aku
aku mati rasa kini ,

sakit ku pun telah terurai oleh bakteri benci
aku telah mati tenggelam di tengah lautan cucuran kesedihan

Ternyata Hati ku masih belum bisa Bermaaf

Posted: Jumat, 15 April 2011 by Fathurohman Alfiandi in Label:
0

bila maaf itu telah terucap
tangan telah saling bersalam
saling berpeluk kesah
mengharap sakitnya terlupa

namun itu bukan lah telah usai
sakit ku di hati masih tersisa
luka mu masih terjahit
masih sulit buat aku menghapusnya

kala waktu telah berlalu
telah mengubur kenangan dulu
mengikis kisah masa lalu
saat aku masih bersamamu

sakit aku masih berjalan
luluh lantakan , hati penuh dendam
namun aku masih tersenyum
mencoba lupakanmu

waktu masih tersisa
aku harus berjalan dan berlalu
mengendapkan luka itu

kala itu aku menangis
tersedu seduh
menahan lirih yg kau buat
perih aku merintih ,

kala itu aku menangis
tak tahan menahan pedih
memedarkan mata , merah penuh darah
saat kau cabut paksa akar jantung ku

aku masih merasa terluka
hati masih belum bisa
seraya merona seperti
kala itu . . . .
saat kita belum berpisah

#edisi aku benci mereka , dilema marjinal oleh keborjuisan

Posted: Kamis, 14 April 2011 by Fathurohman Alfiandi in Label:
0

Aku benci mereka , hey para borjuis

aku benci mereka
mereka mereka yang tertawa
menyombongkan apa yg mereka tinggikan

aku benci mereka
yang begitu arogan
membicarakan kelmahan
mengucilkan kami

aku benci mereka
yang merendahkan kami
tak punya hati kah mereka
apa mereka memang begitu adanya

aku benci tawa tawa bodohnya
menyindir kekurangan kami
ntah apa yg mereka sombongkan
aku benci mereka ,
mereka yang terbalut dalam ke borjuisan dunia
menindas kami para marjinal

aku benci mereka
apa salah kami ?
begitu hinakah mereka
aku benci mereka



Aku benci kamu sekalian

tak perlu kau tertawa
bila hanya bermaksud melecehkan ku saja
tak perlu kau bergeming ,
bila untuk meludah luka

aku benci kamu sekalian
menindas kelemahan
aku benci kamu sekalian
menginjak minoritas para marjinal

aku benci benci benci
sangat dalam , benci ini
sampai tercucur dalam hening sunyi
aku benci , dan benar begitulah


maaf cuman hanya sesaat saja
saat dikala apa apa yg kau harap
maaf hanya sesekali saja
namu luka sama kau buat setelahnya


aku benci mereka saja
yang menyombongkan golongannya
tertawa hanya untuk kebodohan
mengejek kelemahan


aku benci kamu sekalian
hanya berkumpul dalam keegoisan
tak ingin membagi tawa bersama
dan hanya ada kesombongan belaka


aku benci kamu sekalian
hanya susah saja kau hinggap datang
mengharap bantuan iba dari ku
dalam akting tangis penipuan


aku benci kamu sekalian
meminta maaf hanya saat dlm begini
dan sekali lagi menindas setelahnya
aku benci kamu sekalian
yang menghinakan kami

kau yang mempesona , ku ingin tetap bersamamu

Posted: Selasa, 12 April 2011 by Fathurohman Alfiandi in Label:
0

ketika kuterdiam
diam dan terpanah
melihat sosok indah wajahmu
ku tersenyum , tertahan

mencoba tuk alihkan pandangku
namun takbisa
dan mata ku terus menatapmu
kau , kau yang mempesona

kau kauu , kau yang disanaa
dan ku tak bisa , mengelakan
dan ku pun benar masih menyimpan
kau begituu ku cintaaa

kutak mampu , melupakanmu
meski sampai saat ini
meski sampai sakit ini
masihku mencoba menyimpaan

kenangan kita bersama , bersama mu. . .
bersama mu . . .
bersama mu. . .

hanya bersamamu ku raih mimipiku
karena bersamamu ku gapai hidupku
dan karena kamu , ku mengerti
betapa indah , hidupku